Rabu, 09 Oktober 2019

Kuliner khas Temanggung

Makanan Khas Temanggung

Bagi Anda yang saat ini sedang merencanakan liburan bersama keluarga Anda ke provinsi Jawa Tengah, maka sempatkan diri Anda untuk menikmati keindahan alam di kota temanggung atau kota tembakau. Selain terkenal dengan beberapa objek wisatanya seperti taman Kartini, ternyata kota temanggung ini juga terkenal dengan cita rasa kulinernya yang sangat menggugah selera siapa saja termasuk juga Anda, nah berikut salah satu  makanan khas temanggung yang wajib, anda coba.


1. CORO BIKANG





Cara Bikang adalah salah satu jajanana pasar Indonesia yang cukup familiar di Indonesia. Bagi masyarakat Jawa tengah, carabikang itu jajanan pasar yang sangat mudah di temui. Kue ini mempunyai sebutan macam-macam, ada yang menyebut nya kue Coro bikang ada juga yang Coro bikang
Kue Coro bikang umumnya berwarna merah muda, tetapi sekarang sudah banyak warna warni. Kue ini berukuran bulat kecil. Umumnya harga kue Coro bikang itu 500 - 1000 rupiah.
Kue ini sangat banyak di jumpai di pasar, terutama pasar temanggung.


Berikut adalah rute menuju pasar temanggung



Bila Anda berkunjung ke kota temanggung jangan lupa mencicipi kue Coro bikang
Tak ada salah nya, yuk sambil berlibur sambil membawa kue cara Bikang buat bekal dan oleh-oleh.

2. Sego Gono

Menurut Pak Antok, Sego Gono atau MEGONO itu berasal dari kata MErGO oNOne.
Konon katanya, pada jaman dahulu, ada sebuah desa yang gemah ripah loh jinawi, yaitu Desa DADAPAN. Didesa itu tinggal seorang janda, sebut saja namanya Mbok Rondo Dadapan. Suatu saat datang musibah angin lesus yang kencang mengobrak-abrik seluruh isi desa. Rumah Mbok Rondo tidak luput dari amukan angin lesus ini. Pada saat angin datang, Mbok Rondo kebetulan sedang memasak nasi. Diatas liwetan nasi itu Mbok Rondho meletakkan segala macam lauk-pauk dan sayuran termasuk bothok teri rambangan dan lain sebagainya. Ketika angin datang, dan lewat diatas rumahnya, genteng rumah Mbok Rondho hancur berantakan dan jatuh menimpa nasi liwet yang ada dibawahnya. Akibatnya lauk pauk yang sedianya digunakan untuk teman makan nasi itu masuk ke dalam nasi liwetan.
Setelah angin reda, para warga mulai berbenah dan bergotong royong memperbaiki rumah yang hancur, termasuk rumah Mbok Rondo. Menjadi adat kebiasaan warga desa, apabila setelah bergotong royong maka para warga menyediakan makanan ala kadarnya kepada masyarakat yang bekerja. Karena Mbok Rondo cuma punya nasi dengan lauk pauk yang tumpah sudah diatasnya, maka nasi itupun diaduknya agar lauk pauknya tercampur rata. Jadilah nasi itu yang dihidangkan kepada para warga, MErGO oNOne mung kuwi (Karena adanya cuma itu) alias nggak punya lagi hidangan yang lain.
Nah... sejak saat itu setiap warga desa hendak memulai hajatan, gotong royong, membuka jalan atau irigasi desa, memulai tanam atau perayaan lain, Nasi MEGONO ini menjadi menu utama yang dihidangkan kepada warga...Merupakan makanan khas Temanggung yang terbuat dari nasi yang dicampur dengan sayur-sayuran. Ada buncis, kol, daun lembayung yang diris tipis, parutan kelapa, ikan teri dan tempe. Biasanya ditambah ketang dan jeroan isi. Rasa yang gurih dan lezat ini sangat cocok jika disantap ketika masih hangat.




Barcode di atas merupakan lokasi dari salah satu penjual makanan khas temanggung.
Sekian dulu ya sejarah dan info lainnya, semoga bermanfaat. baca juga 5 Makanan Khas Temanggung
Jangan lupa untuk  berlibur ke kota Temanggung dan jangan lupa icipi jajanannya.
Sumber artikel: Wikipedia, tani_temanggung, wisatakulinernikmat, dan travelingyuk.
Sumber foto: Tag Instragram.


Kesenian daerah Temanggung



Kesenian di daerah Temanggung


Seni adalah sesuatu yang bersifat universal di belahan dunia ini, entah di negara mana pun selalu memiliki ciri khas tersendiri apabila ditinjau dari segi budaya. Sedangkan dari segi arkeologis terdapat data etnografi berupa kesenian di sebuah kalangan masyarakat tertentu, yang dijadikan sebagai salah satu bahan analogi dalam usaha merekonstruksi kebudayaan seni masyarakat tersebut pada masa lampau berkaitan dengan konsep kesenian. Tak terkecuali di Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, ternyata juga menyimpan pesona tersendiri dengan adanya seni yang konon adalah budaya asli Temanggung.

1. Topeng Ireng 

Topeng Ireng adalah tarian rakyat kreasi baru yang merupakan metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo. Asal muasal mengenai siapa yang menciptakan kesenian Topeng Ireng untuk pertama kalinya belum jelas dan rancu hingga saat ini. Namun, berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, kesenian Topeng Ireng mulai berkembang di tengah masyarakat lereng Merapi Merbabu dan Sumbing pada tahun 1960-an.


Nama Topeng Ireng berasal dari kata Toto Lempeng Irama Kenceng yang menata hidup secara baik dengan irama yang dinamis. “Pada masa pendudukan kolonial Belanda, pemerintahan setempat melarang masyarakat berlatih silat sehingga warga Desa Tuk Songo, yang tinggal dekat Candi Borobudur, mengembangkan berbagai gerakan silat itu menjadi tarian rakyat,”Yang jelas tarian itu diiringi dengan musik gamelan dan tembang Jawa yang intinya menyangkut berbagai nasihat tentang kebaikan hidup dan penyebaran agama Islam, lanjutnya. “Jika kita pelajari lagi ,ada filosofi yang mendalam yang terpancar lewat lagu-lagu pengiring dan gerakan-gerakan mereka yang banyak mempunyai arti. Jadi jika menonton Topeng Ireng masyarakat juga jangan terpaku dengan gerakannya saja tapi juga harus bisa mencerna pesan-pesan yang tertuang lewat lagunya.





2. Kuda lumping / Jaran kepang


Kuda Lumping menjadi satu budaya yang banyak diminati masyarakat Temanggung. Terbukti dengan adanya kelompok kesenian Kuda Lumping yang berjumlah sekitar 500 kelompok yang tersebar di seluruh wilayah Temanggung. Seni kuda lumping sendiri pada saat ini sudah mulai muncul kembali di dunia pentas hiburan rakyat, yang selama ini tertutup oleh ekspansi budaya elektronika yang gencar dipublikasikan di media elektronik.
Pada tahun 2009 lalu mulai lagi bermunculan gorup-gorup baru kuda lumping di berbagai kecamatan di Temanggung. yang mulai mengombinasikan dari kesenian asli dengan kesenian modern. Kebudayaan yang satu ini memang sering dikaitkan dengan unsur "Klenik" atau magis, namun sebagai Pemuda hendaknya kita mengambil sikap yang positif dimana masih ada orang-orang yang mampu bertahan untuk melestarikan budaya asli daerah mereka di antara himpitan ekonomi, politik maupun budaya yang semakin menyingkirkan kesenian ini.



Ada 3 fragmen tarian kuda lumping, yaitu :

a.        Tari Buto Lawas;
Pada fragmen Buto Lawas, biasanya ditarikan oleh para pria saja dan terdiri dari 4 sampai 6 orang penari. Beberapa penari muda menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. Pada bagian inilah, para penari Buto Lawas dapat mengalami kesurupan atau kerasukan roh halus. Para penonton pun tidak luput dari fenomena kerasukan ini. Banyak warga sekitar yang menyaksikan pagelaran menjadi kesurupan dan ikut menari bersama para penari. Dalam keadaan tidak sadar, mereka terus menari dengan gerakan enerjik dan terlihat kompak dengan para penari lainnya. Untuk memulihkan kesadaran para penari dan penonton yang kerasukan, dalam setiap pagelaran selalu hadir para datuk, yaitu orang yang memiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali melalui baju serba hitam yang dikenakannya. Para datuk ini akan memberikan penawar hingga kesadaran para penari maupun penonton kembali pulih.

b.      Tari Senterewe
Pada fragmen selanjutnya, penari pria dan wanita bergabung membawakan tari Senterewe.

c.       Tari Begon Putri
Pada fragmen terakhir, dengan gerakan-gerakan yang lebih santai, enam orang wanita membawakan tari Begon Putri, yang merupakan tarian penutup dari seluruh rangkaian atraksi tari kuda lumping.

Itu lah beberapa kesenian khas daerah temanggung yang dapat kamu tunjukan

Selasa, 08 Oktober 2019

Wisata di Temanggung



Wisata di daerah Temanggung





1. Taman Kartini




Taman Kartini merupakan salah satu tempat wisata yang menjadi ciri khas dan sampai saat ini tetap menjadi ikon dari kabupaten Temanggung. Tidak heran apabila setiap hari, apalagi saat liburan sekolah tiba tempat wisata ini tidak pernah sepi pengunjung dari anak- anak sampai orang tua pun tak luput mengunjunginya.
Apabila Anda mengunjungi daerah Kabupaten Temanggung Anda wajib mengunjungi Taman Kartini.




Sumber:Wikipedia.com

Lokasi taman Kartini yang memang strategis membuat masyarakat khususnya para pengendara yang memang sengaja berlibur ke Temanggung ataupun yang hanya melewati Temanggung menghabiskan waktu di tempat wisata ini untuk beristirahat sejenak.
Disana terdapat banyak penjual makanan, jadi Anda tidak usah khawatir kelaparan, banyak tempat bermain juga untuk anak-anak, jadi dapat di jadikan tempat rekreasi keluarga. Beberapa fasilitas lengkap layaknya tempat rekreasi umum yang tersedia di Taman Kartini ini antara lain kolam renang, jika Anda merasa lapar atau haus Anda dapat mengunjungi beberapa rumah makan yang ada di sekitar taman. Jika Anda ingin menyehatkan badan disini juga tersedia lapangan tenis, lapangan basket, lapangan voli, lapangan sepak bola.
Selain tempat berolahraga di taman Kartini juga terdapat bioskop 4 dimensi yang diberi nama Bioskop Multidimensi Antromedia. Bioskop ini telah berdiri sejak 3 tahun yang lalu. Bioskop ini menyuguhkan pemutaran film dengan format 4 dimensi yang menggunakan teknologi canggih masa kini dengan menggunakan sistem ride simulator Movie. Banyak sekali bukan sarana dan prasarana hiburan yang disuguhkan dan dapat dinikmati oleh pengunjung di Wisata Taman Kartini ini. Mulai dari taman bermain, tempat olahraga, panggung pentas seni, bahkan bioskop berteknologi 4 dimensi juga tersedia di sini.
Untuk masuk taman Kartini juga tidak perlu mengeluarkan uang karena memang gratis, tempat parkir yang cukup luas dan fasilitas WIFI yang gratis juga tentunya.

Tidak ada salahnya jika berkunjung ke kota ini, Anda memasukkan Taman Kartini Temanggung ke dalam daftar destinasi liburan Anda.




2. Curug Lawe “Pesona Wisata Air Terjun Di Temanggung”

Siapa sangka ternyata Temanggung juga mempunyai air terjun yang tak kalah indahnya dengan Curug cinema di bogor. Lokasi curug Lawu sendiri berada di Ds. Muncar Kec. Gumawang. Lokasi geografisnya yang bearada di kaki gunung Ungaran membuat suhu udara di air terjun tersebut menjadi sangat sejuk apalagi ditambah dengan rimbunnya pohon ala hutan tropis yang tumbuh di sekitaran air terjun.
Mempunyai nama lawe pun bukan tanpa alasan, karena air yang turun dari atas begitu jernih dan tampak seperti benang putih maka oleh masyarakat sekitar di berilah nama curug lawe. Lawe merupakan bahasa Jawa yang mempunyai arti benang dalam bahasa Indonesia







3. Pikatan Water Park Temanggung

Setelah kita mengetahui curug lawe yang menyuguhkan pesona alam yang begitu indah, kini kita lanjutkan dengan wisata air buatan yang ada di Temanggung. Yaitu Pikatan water park yang merupakan wisata air buatan yang menjadi wisata andalan kabupaten Temanggung. Tempat wisata ini cocok bagi semua kalangan umur, di wisata ini menyuguhkan wahana wisata air mulai dari kolam bermain untuk anak anak hingga orang dewasa.
untuk harga tiket masuk pikatan water park sendiri yaitu 18.000 rupiah untuk hari biasa dan 20.000 rupiah untuk hari libur / weekend. Namun degan semakin meningkatnya pelayanan dari pihak pengelola untuk pengunjung maka harga tiket kini menjadi 25.000 rupiah. Tutup jam 5 sore. Untuk lokasi tempat wisata ini pun mudah di jangkau karena lokasinya dekat dengan pusat kota Temanggung yaitu bearada di Jalan Raya Pikatan, Mudal Temanggung.






Barcode di atas merupakan lokasi dari tempat tersebut
Sekian dulu yang dapat saya tunjukan, jangan lupa untuk menggunjungi tempat tempat tersebut